Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Salah satu jembatan penghubung dua desa di Kabupaten Tulungagung ambrol usai diterjang hujan semalaman. Jembatan itu ambles lantaran banyaknya material berupa ranting kayu yang hanyut dan menabrak fondasi pada aliran sungai tersebut.
Baca Juga :Polres Blitar Raih Penghargaan Ombudsman RI dari Inovasi Jumat Berkah dan SKCK Keliling
Kasi Sembilan Desa di Kabupaten Trenggalek Dilanda Banjir, Sebanyak 12.532 Warga TerdampakHumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung dilanda hujan deras semalam penuh, Minggu (15/12/2024) malam. Tidak terkecuali di Kecamatan Sumbergempol hingga membuat debit air sungai di wilayah tersebut naik.
Imbasnya, salah satu jembatan yang berlokasi di Desa Junjung Kecamatan Sumbergempol Tulungagung ambles usai terjadi hujan deras semalam. Diketahui, ambrolnya jembatan penghubung dua desa itu yakni Desa Junjung dan Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB pagi tadi.
Baca Juga :Jalur Pengubung Kecamatan di Tulungagung Ambles Imbas Hujan Deras
“Informasi yang kami dapat dari warga setempat, jembatan yang dibangun pada tahun 1980an itu ambrol pada Senin (16/12/2024) sekitar pukul 04.30 WIB pagi tadi,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Senin (16/12/2024).
Kondisi jembatan itu, sudah sangat melengkung dan belum benar-benar ambrol dan membahayakan bagi masyarakat. Pihaknya pun segera mengambil langkah dengan menutup jembatan agar tidak dilalui masyarakat yang mempercepat kerusakan jembatan.
Penutupan jembatan dilakukan dengan memasang penghalang dan garis polisi pada kedua sisi ujung jalan masuk menuju jembatan tersebut.



















