Kapolres Batu AKBP Andy Yudha Pranata melalui Kapolsek Kasembon AKP Ma’ruf sat dikonfirmasi membenarkan informasi adanya kerusuhan antar oknum suporter di perbatasan Kabupaten Malang dan Kediri, tepatnya di gapura perbatasan antar kedua daerah tersebut.
Baca Juga :Setahun, RSUD Ngudi Waluyo Blitar Tangani Ribuan ODGJ
Kejadian ini berawal darı ratusan oknum Aremania yang berkumpul di perbatasan antara Kasembon dan Kandangan, tepatnya di Patung Singa, di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, tepat setelah gapura perbatasan.
“Sekitar pukul 20.00 sampai 22.45 WIB situasi di perbatasan memang memanas dengan berbagai isu yang diterima oleh massa,” kata AKP Ma’ruf, dikonfirmasi, Selasa (17/12).
Baca Juga :Pelaku Tabrak Lari Pejalan Kaki Menyerahkan Diri, Korban Sempat Terseret Beberapa Meter
Massa dari oknum Aremania itu meminta rekannya yang diamankan oleh kepolisian darı Polres Kediri dipulangkan. Memang darı informasi disebut Ma’ruf ada lima oknum Aremania yang diamankan oleh kepolisian, karena memang secara aturan suporter lawan tidak boleh datang.
“Ada lima Aremania yang diamankan, dua diamankan oleh Polres Kediri dan tiga orang diamankan oleh Polres Kediri Kota. Itu mereka menuntut pemulangan rekannya,” ujarnya.
Baca Juga :UMK Naik 6,5 Persen Tahun Depan, Ini Kata Kepala Disnakertrans Tulungagung
Laga Persik melawan Arema FC sendiri di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Senin sore (16/12/2024) berakhir dengan kemenangan 1 – 0 Macan Putih, julukan Persik Kediri.
Gol kemenangan Persik dicetak oleh Mohammad Khanafi menit 86, memanfaatkan crossing dari sisi kiri pertahanan Arema FC.



















