pendampingan psikologis untuk membantu korban dan keluarganya pulih secara menyeluruh.
“Pemkab Kediri telah menyiapkan tim psikolog untuk mendampingi korban. Pendampingan ini penting agar korban bisa pulih, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental,” ucapnya.
Dalam peristiwa itu, anak sulung keluarga korban berhasil selamat setelah diduga hanya mengonsumsi sedikit racun dan langsung memuntahkannya.
Setelah menjalani observasi di rumah sakit, anak tersebut dinyatakan bebas dari tanda-tanda keracunan dan kini telah dipulangkan ke keluarganya sejak hari pertama kejadian.
Baca Juga :Wamen UMKM Optimis Kota Batu Jadi Sentral Wisata Nasional
“Anak sulung tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan saat observasi. Kami berharap pemulihan psikologisnya dapat berjalan cepat,” tambah dr. Tony.
Saat ini, kedua orang tua korban masih dalam pengawasan ketat dari Polres Kediri. Penjagaan dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan tetap berjalan lancar mengingat insiden ini diduga sebagai kasus percobaan bunuh diri yang melibatkan pestisida.
Baca Juga :Sembilan Desa di Kabupaten Trenggalek Dilanda Banjir, Sebanyak 12.532 Warga Terdampak
“Untuk jenis racunnya, kami menduga sejenis pestisida. Namun, detailnya akan dijelaskan oleh pihak kepolisian setelah hasil laboratorium selesai. Kami fokus pada stabilisasi kondisi fisik pasien,” ungkap Direktur RS Simpang Lima Gumul (SLG).



















