Selain tumbuh buah yang dapat menjadi tambahan perekonomian masyarakat, keberadaan tanaman berakar kuat itu menjadi tegakkan untuk mencegah terjadinya tanah gerak.
Secara tidak langsung, keberadaan pohon berakar kuat itu menjadi benteng untuk areal di bawahnya.
“Masyarakat yang tinggal di area pegunungan untuk menjaga pohon-pohon tegakan yang ada di kawasan hutan. Kemudian desa-desa tolong asesmen kalau ada wilayah-wilayah yang seperti itu segera bilang, kita segera gerakkan untuk kita tanami tanaman kayu yang produktif, kita bantu bibit juga,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 119 warga dari 43 kepala keluarga di daerah itu harus mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan dampak tanah gerak.
Baca Juga :Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak Imbas Bencana Diajukan BK, Ini Kata Sekda Kabupaten Tulungagung
Bencana itu mengakibatkan akses jalan terputus dan sebuah rumah mengalami kerusakan, selain 38 rumah warga yang tinggal dalam satu rukun tetangga.



















