Sementara untuk kasus TBC dengan status kebal obat sebanyak 14 kasus.
“Jadi untuk TBC ada suspek, positif ada pula yang kebal obat. Dalam istilah medis disebut multidrug resistance (MDR). Untuk kasus meninggal ada 93,” jelasnya.
Baca Juga:Penemuan Tulang di Galian Fondasi Bukan Milik Manusia, Ini Penjelasan Satreskrim Polres Kediri
Dia menambahkan, dibanding dengan kasus 2023, memang tahun ini ada peningkatan. Pada 2023, jumlah kasus 1.180 penderita positif TB sensitif obat dan 14 adalah MDR. Temuan kasus itu ada beberapa cara.
Di antaranya pasien datang ke faskes dengan keluhan batuk tak sembuh yang kadang disertai turunnya berat badan.
“Selain itu ada kasus pula ketika pemeriksaan ke orang tedekat pasien. Ada beberapa kasus yang ditemukan ketika memeriksa keluarga yang kontak erat dengan pasien,” katanya.
Baca Juga:Ular Cobra Jawa Masuk ke Rumah Warga Trenggalek, Hati-hati di Musim Penghujan
TBC, lanjutnya adalah penyakit yang menular. Pengobatan cukup lama dan tidak boleh putus. Untuk gejala TBC di antaranya batuk selama dua minggu atau lebih, sesak napas, demam, penurunan berat badan, dan berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik. Ada pula batuk yang disertai darah.
“Begitu ada gejala kami berharap segera ke dokter. Semakin cepat penanganan semakin cepat sembuh,” pungkasnya. (ziz)
Editor: Dhita Septiadarma



















