Blitar, SEJAHTERA.CO – Dampak penyebaran penyakit mulut dan kuku atau PMK di Blitar Raya membuat penjual sapi gundah gulana. Pasalnya, penjualan sapi dalam beberapa pekan ini turun.
Baca Juga :Harga Cabai Melambung, KTNA Jatim: Seharusnya Ada Inovasi Pemerintah
Sejumlah pedagang sapi di Pasar Dimoro di Kota Blitar mengaku, perdagangan sapi tengah sepi. Sapi yang kerap dibawa ke pasar tak sedikit harus dibawa pulang Kembali. Belakangan diketahui, jika pembeli memilih untuk menunggu kondisi normal Kembali.
“Menurun kondisinya. Tak semua sapi yang dibawa ke pasar terjual, ada yang dibawa pulang Kembali karena tak laku,” kata Solikhin, salah satu pedagang sapi di Pasar Dimoro, Minggu (5/1/2025).
Untuk diketahui, Pasar Dimoro adalah pasar terbesar di Blitar Raya. Hari pasarannya adalah hari Pon dan Legi.
Dia mengaku, salah satu penyebab lesunya perdagangan karena PMK yang mendera beberapa minggu ini. Yang membuat trenyuh lagi, harga sapi pun juga ikut turun. Padahal, tiga bulan lagi Hari Raya Idul Adha.
Baca Juga :Jambret Kalung, Dua Pelaku Asal Tulungagung Diringkus, Satu Masih Bawah Umur
Rata-rata penurunan harga sampai Rp 2-3 juta per ekor. Misalnya, harga sapi ukuran sedang jika biasanya harga Rp 10 juta, kini bisa sampai Rp 8 juta. Pihaknya pun berharap agar PMK segera sirna.



















