Sehingga perdagangan Kembali normal. Dirinya juga mengapresiasi geliat Pemkot Blitar yang tanggap dengan memeriksa dan mengecek kondisi sapi ketika pasaran. Ketika sapi dalam kondisi sakit, diminta untuk dibawa pulang. Itu untuk mengantisipasi penyebaran.
Di lain pihak, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Hakim Sisworo mengakui, dalam beberapa minggu ini pasar sapi terkena dampak PMK. Jumlah sapi yang masuk ke pasar yang berada di Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar itu juga sedikit. Jika hari normal pada pasaran, sapi yang masuk bisa sampai 500 ekor, tetapi kini hanya sekitar 100 ekor.
Baca Juga :Tahun ini, Ratusan ASN Pemkab Blitar Pensiun, Salah Satunya Sekda
“Itu terjadi pada puncak PMK. Tetapi kini sudah mulai berangsur normal, mudah-mudahan geliat lagi,” katanya.
Agar pasar Kembali normal, untuk sementara pihaknya tengah koordinasi di internal Pemkot Blitar. Yakni dengan koordinasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Blitar untuk aktif turun tangan.
Selain pemeriksaan juga memberikan edukasi kepada pedagang dan peternak antisipasi penyebaran PMK. Dengan begitu, kondisi pasar Kembali seperti semula. Seperti diketahui, di Kota Blitar hingga kini ada 18 sapi yang terpapar PMK. Bahkan, 1 ekor di antaranya diketahui mati.(ziz)
Editor: Dhita Septiadarma



















