Sepanjang 2024, Kasus DBD di Tulungagung Capai 1.433 Kasus, Melonjak Tajam Dibandingkan 2023

Sepanjang 2024, Kasus DBD di Tulungagung Capai 1.433 Kasus, Melonjak Tajam Dibandingkan 2023
Proses penanganan DBD pada salah satu desa di Tulungagung yang dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupatem Tulungagung mencapai ribuan kasus sepanjang tahun 2024 kemarin. Bahkan tidak hanya kasusnya saja yang melonjak, kasus kematian yang diakibatkan oleh Dengue Shock Syndrome (DSS) juga meningkat tajam.

Baca Juga :Capaian PAD Sektor Wisata di Kota Blitar Lampaui Target, Ini Sektor yang Paling Banyak

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, sepanjang tahun 2024 kemarin terjadi lonjakan kasus DBD dan DSS di Tulungagung. Padahal, angka DBD dan DSS pada tahun 2023 terbilang sangat rendah dibanding tahun kemarin.

Read More

Pasalnya, pada tahun 2023 lalu, kasus DBD di Kabupaten Tulungagung hanya mencapai 206 kasus, dimana kematian yang disebabkan oleh DSS hanya mengakibatkan tiga korban jiwa saja.

Sedangkan pada tahun 2024, tercatat kasus DBD mencapai 1.433 kasus dengan kasus kematian akibat DSS yang mencapai sebanyak 15 korban jiwa.

Baca Juga :Sebanyak 568 ASN Kabupaten Kediri Pensiun Tahun 2024

“Tahun 2024 kasus DBD dan DSS di Tulungagung mengalami lonjakan secara drastis jika dibandingkan pada tahun 2023 kemarin,” kata Desi Lusiana Wardani, Selasa (7/1/2025).

Secara rinci, ungkap Desi, pada tahun 2024 kemarin lonjakan kasus mulai terjadi pada Maret 2024, dimana jumlah kasus DBD dan DSS ada 222 kasus dengan empat korban meninggal.

Kemudian pada bulan April 2024 kembali meningkat, saat itu tercatat adanya 292 kasus DBD dengan korban jiwa akibat DSS mencapai tiga korban.

Baca Juga :Ratusan Hewan Ternak di Trenggalek Terjangkit PMK, 10 Ekor Mati

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *