“Kami dorong, harus bisa mencari solusi jangka panjang untuk menyelesaikan masalah banjir di Kabupaten Ponorogo ini,” jelasnya.
Hal serupa juga diungkapkan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ali Mufti. Legislator di komisi V tersebut menyebut jika banjir menjadi masalah bersama, sehingga butuh penanganan strategis. Salah satunya, pihaknya mendorong pembangunan embung sebagai penahan sementara air hujan.
Meski sudah memiliki waduk Bendo yang berada di Kecamatan Sawoo, pembuatan embung selain sebagai tadah hujan juga berfungsi sebagai irigasi dan menampung antrean aliran sungai agar tidak meluap. “Banjir kami harapkan bisa semakin diminimalisir,” tegasnya.
Baca Juga :Kasus Tabrak Maut di Jalan Palem Blitar, Polisi Buru Truk Gandeng dan Sedan
Dari sembilan titik usulan perbaikan tanggul jebol tersebut yang paling menyedot anggaran terbesar yakni berada di aliran anak Sungai Keang di Kelurahan Brotonegaran, Ponorogo dengan jumlah Rp1,5 miliar. Selain itu juga perbaikan tanggul sungai di Dukuh Doplang, Desa Bajang Kecamatan Balong dengan jumlah Rp1,5 miliar.



















