Puluhan Sapi Mati, Lainnya Dilaporkan Terjangkit PMK, Kali Ini Jadi Kasus Tertinggi

Puluhan Sapi Mati, Lainnya Dilaporkan Terjangkit PMK, Kali Ini Jadi Kasus Tertinggi
Perawatan pada sapi yang dilaporkan terjangkit PMK di Wilangan, Kabupaten Nganjuk (Inna/sejahtera.co)

Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk terus bertambah, dan tahun ini jadi tertinggi.

Baca Juga :Polres Ponorogo Sulap Knalpot Brong Hasil Razia jadi Monumen Reyog

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk wabah PMK mulai muncul kembali sejak Oktober 2024, dengan 21 ekor sapi terjangkit. Pada November, jumlahnya menurun menjadi tiga kasus.

Read More

Namun, di Desember 2024, kasus PMK kembali melonjak hingga 25 sapi. Lonjakan paling signifikan terjadi pada awal Januari 2025, dengan 41 kasus tercatat. Sebaran kasus PMK terfokus di enam kecamatan, yakni Berbek, Loceret, Sawahan, Rejoso, Ngetos, dan Wilangan.

Baca Juga :Beri Semangat, Pj. Walikota Batu Cek Logistik, Ransum dan Sarpras Tim Reaksi Cepat BPBD

Siti Farida, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disperta Kabupaten Nganjuk menjelaskan bahwa salah satu penyebab cepatnya penyebaran virus PMK ini adalah kurangnya pengawasan terhadap lalu lintas perdagangan sapi.

Apalagi, Kabupaten Nganjuk memiliki Pasar Hewan Kedondong di Kecamatan Bagor, yang merupakan pusat perdagangan sapi berskala nasional.

Lanjutnya, hingga 8 Januari 2025, puluhan sapi telah terjangkit virus tersebut. Sehingga kasus PMK pada awal tahun ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :Bersih-bersih Lingkungan untuk Cegah DBD dan Chikungunya di Desa Deyeng Kediri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *