Blitar, SEJAHTERA.CO – Pekerjaan ojek online atau ojol kini tak hanya digeluti pria, kaum Hawa juga tak sedikit yang menggantungkan hidup dengan mengantar dan menjemput penumpang.
Baca Juga :Hujan Deras 1 Jam, Lima Titik di Wilayah Kota Blitar Tergenang Air
Hanya saja, karena perempuan itulah rentan menjadi sasaran hal-hal yang tidak diinginkan alias sasaran kriminal, apalagi pekerjaannya ojol juga malam hari.
Kekhawatiran itulah yang menjadi atensi. Dinas yang mengurusi perempuan, berharap ada organisasi atau orang yang bersedia untuk melatih atau memberikan materi beladiri.
Sehingga ketika mendapatkan perlakuan dari penumpang tak bertanggungjawab, bisa membela diri. Minimal bisa mempertahankan diri.
Baca Juga :Sungai Klantur Meluap, 54 Rumah Warga di Desa Babadan Tulungagung Terdampak Banjir
“Semoga ada yang bisa melatih bela diri. Sehingga bisa membentengi diri sendiri saat mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari penumpang,” kata Lyes Setyaningrum, Kepala Bidang PPA, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3) Kabupaten Blitar, Rabu (22/1/2025).
“Mengingat durasi kerja mereka juga sampai malam. Kami akan terus berupaya memberikan perlindungan bagi mereka,” sambungnya.
Dia mengatakan berdasarkan data di dinasnya, sampai saat ini jumlah ojol perempuan yang ada di Kabupaten Blitar mencapai 22 orang. Puluhan ojol perempuan itu rata-rata menjadi tulang punggung keluarga.



















