Rawan Objek Kriminal, DPPKBP3 Kabupaten Blitar Berharap Ojol Perempuan Diberi Pelatihan Beladiri

Rawan Objek Kriminal, DPPKBP3 Kabupaten Blitar Berharap Ojol Perempuan Diberi Pelatihan Beladiri
Para ojol perempuan perkasa ketika mengikuti sebuah kegiatan di Kabupaten Blitar. (istimewa)

Baca Juga :Alokasi Pupuk Subsidi di Ponorogo Naik, Bulan ini Bisa Mulai Diserap Petani

“Usia kebanyakan di atas 35 tahun. Bahkan rata-rata menjadi tulang punggung keluarga karena single parent. Ada yang masih punya suami, tapi tidak bekerja akhirnya si istri memilih untuk ojol,” ujarnya.

Perempuan berhijab ini menambahkan, karena jumlah ojol perempuan cukup banyak, pihaknya terinspirasi program yang ada di Provinsi Jawa Timur. Yakni, program mengumpulkan ojek online perempuan yang ada di Surabaya.

Read More

Para ojol perempuan itu diberikan untuk diberi pelatihan, baik terkait dengan usaha peningkatan ekonomi maupun SDM. Dengan harapan agar mendapat sampingan dan memilih waktu yang aman untuk menjalankan ojol, alias tak perlu di malam hari.

Baca Juga :Tahun 2024, Dinas PUPR Kabupaten Kediri Normalisasi 20 Titik Sungai

Dia menjelaskan lagi, pada 2024 lalu pihaknya sudah mengumpulkan ojol perempuan untuk diikutkan beberapa kegiatan. Seperti sosialisasi kekerasan, hingga pelatihan pembuatan buket. Tujuannya agar bisa menggunakan waktu luang untuk membuat buket. Sehingga bisa menambah penghasilan.

Lyes juga mengungkapkan selain kegiatan yang digelarnya, puluhan ojol perempuan juga sudah diikutkan pemberdayaan di OPD lain. Seperti Dinas Koperasi dan Dinas Tenaga Kerja.

Baca Juga :Terpeleset dan Bentur Bebatuan di Sungai, Kakek Pikun Tewas Mengapung

“Masalahnya, untuk ekonomi sebagai tulang punggung keluarga, jangkauan yang notabenya mulai pagi sampai malam rawan kekerasan. Sehingga kami mengaggap memerlukan penguatan diri,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *