Jombang, SEJAHTERA.CO – Menjelang perayaan Imlek, Kelenteng Boo Hway Bio di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar tradisi bersih-bersih patung dewa atau yang dikenal sebagai tradisi Kimsin, Minggu (26/1/2025).
Baca Juga :Alami Patah Tulang dan Pendarahan Perut, Korban Tanah Longsor Jalani Perawatan di RSUD Jombang
Tradisi Kimsin ini menarik perhatian karena salah satu patung dewa yang dimandikan memiliki corak menyerupai seorang kiai. Patung tersebut, bernama Eyang Djugo, menjadi bagian penting dari prosesi penyucian untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2025.
Di antara lebih dari 30 patung yang ada di klenteng tersebut, patung Eyang Djugo memiliki keunikan tersendiri. Tradisi bersih-bersih ini juga mencakup pembersihan barang-barang suci lainnya dan dilengkapi dengan ritual selamatan rutin setiap malam Jumat Manis, yang menjadi ciri khas Klenteng Boo Hway Bio.
Baca Juga :Potongan Kaki Ditemukan di Ponorogo, Diduga Kuat Milik Korban Mutilasi di Kabupaten Ngawi
Menurut Reza Liem, Ketua Kelenteng Boo Hway Bio, tradisi ini adalah bentuk penghormatan kepada para dewa sekaligus upaya melestarikan budaya setempat.
“Tradisi Kimsin adalah bentuk penyucian dan penghormatan kepada dewa-dewa menjelang Imlek. Semua patung, termasuk Eyang Djugo, dibersihkan dengan penuh khidmat agar tahun baru membawa keberkahan,” ujar Reza.
Tradisi serupa juga dilaksanakan di Kelenteng Hong San Kiong di Gudo, Jombang, yang dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di wilayah tersebut. Menariknya, banyak relawan dari umat Muslim turut membantu pelaksanaan kegiatan ini, menunjukkan kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Selain membersihkan patung, kelenteng juga dihias dengan ornamen khas Imlek seperti lampu lampion, yang menambah semarak suasana. Tradisi bersih-bersih patung dewa di Jombang ini menjadi simbol keberagaman dan harmoni yang mencerminkan nilai-nilai toleransi di kota santri



















