Jombang, SEJAHTERA.CO – Dampak musim kemarau panjang di Kabupaten Jombang kian memprihatinkan. Sumur-sumur warga di Dusun Brangkal dan Dusun Jipurapah, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, telah mengering total sejak Agustus lalu. Kondisi ini memaksa warga nekat menggali lubang kecil di dasar sungai yang kering demi mendapatkan resapan air bersih, Sabtu (24/10/2026).
Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, krisis air bersih di Desa Jipurapah berdampak langsung pada 400 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.140 jiwa. Selain pemukiman warga, dua fasilitas pendidikan yakni SDN Jipurapah 1 (94 siswa) dan SMPN 3 Plandaan (53 siswa) turut terdampak.
Salah seorang warga Dusun Brangkal, Suko (57), menuturkan bahwa krisis air bersih tahun ini dirasakan jauh lebih parah ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
“Sejak Agustus sumur sudah tidak keluar airnya sama sekali. Sungai di barat pemukiman juga mengering. Sebelum bantuan datang, kami harus jalan 200 hingga 300 meter lalu menggali dasar sungai untuk dapat air mandi dan mencuci,” tutur Suko saat mengambil bantuan air, Sabtu (24/10/2026).
Kepala Dusun Brangkal, Suwoto, menambahkan bahwa fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dibangun setahun lalu belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena air yang keluar berasa asin. Alhasil, warga sepenuhnya bergantung pada resapan sungai dan pasokan luar.



















