Pertama, pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan keterampilan serta keahlian individu yang terlibat dalam sepak bola Indonesia.
Baca Juga :Jelang Babak 16 besar Liga 4 Jatim, Inter Kediri Gelar Pemusatan Latihan
Kedua, pengembangan pelatih dengan melaksanakan kursus pelatihan kerja sama dengan KNVB, termasuk program pertukaran pelatih antara kedua negara.
Ketiga, pengembangan bakat muda dengan memberikan kesempatan bagi pelatih Belanda untuk bekerja dengan pemain tim nasional junior Indonesia.
Keempat, meningkatkan jumlah pertandingan, terutama untuk tim nasional, termasuk tim junior.
Kelima, pengembangan sepak bola perempuan untuk memperkuat tim sepak bola putri Indonesia.
Baca Juga :Autopsi Uswatun Khasanah, Korban Mutilasi Rampung, Polda Jatim Akan Periksa Kejiwaan Pelaku
Dan keenam, kolaborasi organisasi, khususnya menjalin kemitraan dalam bidang administrasi, keselamatan, perencanaan acara, dan aspek penting lainnya dalam pengembangan sepak bola.
Sekretaris Jenderal KNVB, Gijs de Jong, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kemitraan ini.
“PSSI dan KNVB memiliki visi yang sama dalam memajukan sepak bola di berbagai aspek pengembangan. Komitmen bersama ini memperkuat kemitraan kami dan membantu kami bekerja sama untuk membawa sepak bola ke level berikutnya,” katanya.
Baca Juga :Puncak Arus Balik Terminal Seloaji Ponorogo, 4.000 Penumpang Diprediksi Tinggalkan Bumi Reyog
PSSI optimis bahwa kolaborasi strategis yang didasari pada visi bersama ini akan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Kemitraan dengan KNVB menjadi sebuah langkah penting untuk mencapai visi Garuda Mendunia.
“Di PSSI, misi kami jelas yakni menjadi yang terbaik di antara tim nasional dan kompetisi liga terbaik di Asia Tenggara, bahkan Asia,” jelas Erick Thohir.
“Kami harus fokus pada program pengembangan yang berkelanjutan, mencakup area utama seperti pengembangan pemain muda, wasit, pendidikan pelatih, dan struktur kompetisi,” pungkasnya.
Sumber: PSSI



















