Kasus Kematian Bumil di Blitar Meningkat, Preeklamsia Paling Banyak Pemicunya

Kasus Kematian Bumil di Blitar Meningkat, Preeklamsia Paling Banyak Pemicunya
Ilustrasi

“Nah ini yang akhirnya atau penyakit bawaan itu rawan membawa ibu hamil menjadi Preeklamsia,” jelasnya lagi.

Dia menambahkan, sebenarnya preeklamsia bisa diketahui sejak dini. Dengan syarat rutin cek kesehatan. Preeklamsia ini diketahui saat usia kehamilan di atas 20 minggu.

Ketika ada tanda-tanda preeklamsia maka dilakukan terapi khusus untuk pemberian kalsium dan aspilet.

Read More

“Ketika kondisi preklamsia berat, harus diputuskan. Artinya pada kehamilan 34 minggu bayi harus dilahirkan. Namun, kondisi bayi menjadi prematur,” katanya.

Baca Juga :Disdagprin Pastikan Pasar Ngadiluwih Akhir Tahun Selesai Dibangun

Sejatinya, untuk idealnya bayi lahir pada usia 37 minggu. Tetapi ketika dalam kondisi tertentu medis bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Baik kesehatan ibu maupun bayi. “Kasus preklamsia ini ada di Panggungrejo,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kasus kematian ibu hamil karena serangan jantung ada dua. Sementara ada kematian ibu hamil karena DBD; juga ada dua kasus.

Kasus lain kematian ibu hamil karena pendarahan ada dua dan lain sebagainya. “Maka dari itu, ketika hamil harus rutin cek kesehatan. Ini untuk antisipasi apakah kehamilannya risiko atau tidak,” imbauannya.

Baca Juga :Pemeriksaan Lanjutan Dugaan Kasus Penipuan, Oknum Aktivis Segera Ditetapkan Tersangka

“Begini, baik itu risiko tinggi atau endah, semuanya harus tetap rutin kontrol. Minimal 6 kali selama kehamilan. Demi kesehatan ibu dan janin,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *