Selain aksi demo itu, warga juga meminta untuk mengambil sampel air hasil dari olahan IPLT agar bisa diujikan di Sucofindo untuk melihat kandungannya.
Baca Juga :Mobil Pustaka Keliling Hadir di Car Free Day Pare, Begini Respon Masyarakat
Biaya pengujian tersebut nantinya juga akan ditanggung secara mandiri oleh masyarakat melalui uang hasil iuran warga setempat.
Mulyono berharap pemerintah daerah tetap menjalin komunikasi dengan warga setempat atas dioperasionalkannya kembali IPLT tersebut.
Itu karena masyarakat ingin tahu betul manfaat atas pengoperasionalan IPLT ini terutamanya bagi masyarakat setempat di Desa Moyoketen dan Bono.
“Kami mohon pemerintah berkenan agar air hasil pengolahan IPLT ini untuk diujikan di Sucofindo untuk menguji kandungannya,” pungkasnya.
Baca Juga :Disambangi Mendag Budi Santoso, Peternak Ayam Kabupaten Blitar Ingin Ikut Andil MBG
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi menyebut, secara terbuka mempersilakan masyarakat ingin mengambil sampel air pengolahan IPLT untuk diuji lab.
Bagi pemerintah, hal ini sama halnya dengan masyarakat membantu kinerja pemerintah.
Dia mengakui, ke depan operasional IPLT ini masih akan terus dikembangkan agar tidak mengakibatkan polusi yang mengganggu masyarakat.
Dengan begitu, komunikasi yang dijalin dengan masyarakat juga bisa membuat pemerintah mengembangkan IPLT ke arah yang lebih baik.
Baca Juga :Kapolres Jombang Memberikan Penghargaan kepada 24 Anggota Berprestasi
“Tidak apa-apa kalau mau ambil sampel, kami persilahkan. Kami sangat terbantu dengan upaya yang dilakukan masyarakat itu. Kami juga sangat terbuka untuk menerima kritik dan masukan dari masyarakat atas operasional IPLT ini,” kata Tri Hariadi.



















