Namun, dikarenakan tidak ada respons apapun guru pendamping tersebut kemudian segera mengambil mobil untuk mengantarkan korban ke puskesmas terdekat. Namun, setibanya di puskesmas nyawa siswi tersebut tidak dapat diselamatkan.
“Saat tiba di Puskesmas, korban diketahui sudah tidak bernyawa, kemungkinan korban meninggal di perjalanan menuju puskesmas,” ungkapnya.
Atas kejadian itu, jelas Nanang, petugas Puskesmas kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pagerwojo dan diteruskan ke Unit Inafis Polres Tulungagung. Setelah menerima laporan itu, petugas kemudian segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman.
Baca Juga :Dinkes Ponorogo Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga yang Berulang Tahun
Selama melakukan olah TKP, petugas tidak mendapati adanya tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada jasad korban. Namun, pihak keluarga korban yang turut hadir di TKP memberikan penjelasan jika selama ini korban memiliki penyakit jantung, sehingga kemungkinan saat itu sedang kambuh.
“Pihah keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan sudah membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak manapun,” pungkasnya



















