Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, sekelompok wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk bersama komunitas Nganjuk Peduli melakukan aksi sosial yang tidak biasa.
Mereka menggelar kegiatan berburu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan HPN di Kabupaten Nganjuk. Dalam aksi yang penuh kepedulian ini, wartawan dan relawan berlarian di jalanan, mencari ODGJ yang kerap terabaikan di sudut-sudut kota.
Kegiatan ini dimulai dengan semangat yang menggebu-gebu ketika salah seorang wartawan melihat seorang ODGJ tengah berjalan di jalan raya.
Sejurus kemudian, suasana menjadi panik. Sejumlah wartawan berlarian mengejar ODGJ yang mulai berlari menjauh dengan kecepatan tinggi, tergopoh-gopoh. Mungkin ODGJ ini berpikir akan ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja. ODGJ itu lincah menghindar dan memasuki gang sempit lalu menghilang.
Baca Juga :Efisiensi Anggaran, Sekda Tulungagung: Alihkan Rp 30 M untuk Infrastruktur
Karena kehilangan jejak akhirnya mereka pindah kelokasi lain, ke kawasan Alun-alun Kecamatan Berbek, Nganjuk. Kabarnya di sana ada ODGJ yang kerap usil kepada para pengunjung.
Setelah berhasil ditemukan, wartawan dan relawan segera memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh ODGJ tersebut.
ODGJ yang ternyata seorang pria muda itu langsung diberikan makanan, dipotong rambutnya yang panjang dan gimbal, serta dimandikan dengan air yang hangat.
Sungguh, pemandangan ini sangat jauh dari kesan “seram” yang seringkali melekat pada ODGJ. Tak hanya itu, setelah dimandikan dan bersih, ia pun diberikan pakaian baru berupa baju, celana, dan sarung, sehingga penampilannya kini lebih manusiawi dan terawat.
Namun aksi ini tidak berhenti di situ. Para wartawan dan relawan terus melanjutkan pencarian mereka untuk membantu ODGJ lainnya di beberapa titik di Nganjuk.
Baca Juga :Diduga Sakit Jantung, Siswi di Tulungagung Meninggal Saat Praktik di Hotel, Begini Penjelasannya



















