Baca Juga :Lagi… Jombang Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Kepala
Lebih lanjut, berdasarkan hasil dari pelaksanaan trauma healing tersebut, diketahui korban masih malu akibat kejadian tersebut. Mengingat bahwa kejadian tersebut viral di media sosial.
“Korban masih malu untuk keluar rumah dan berkumpul dengan tetangga, karena banyak tetangga yang menanyakan kejadian tersebut,” ujarnya.
Dengan adanya hal tersebut, Dinas Kesehatan akan terus melakukan pendampingan kepada korban, dengan melakukan kunjungan secara berkala kepada korban, guna memulihkan kondisi kesehatan psikologi korban.
“Dinas Kesehatan juga akan berkoordinasi dengan medis terkait, baik psikiater maupun lainnya. Sehingga kondisi mental korban segera membaik dan dapat berinteraksi kembali dengan masyarakat secara normal,” tutupnya.
Baca Juga :Akademisi Rekomendasikan RUU KUHAP Diperbaiki Agar Tidak Terjadi Konflik Antarpenegak Hukum
Seperti diketahui, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu 9 Februari 2025 sekira pukul 15.30 WIB. Total ada empat anak berhadapan dengan hukum yang diamankan, diantaranya adalah RAP (16) asal Kecamatan Ngantang, NAP (17), PRW (16) dan KR (14) yang merupakan warga Kecamatan Gandusari.



















