Jombang, SEJAHTERA.CO – Sabtu (22/2/2025) malam, suasana di jantung kota santri Kabupaten Jombang terasa syahdu. Rintik hujan perlahan membasahi jalanan, meninggalkan aroma tanah basah yang menenangkan.
Meski langit masih kelabu, hal itu tak menyurutkan semangat ratusan orang yang melangkah menuju Gedung Kesenian Kabupaten Jombang. Seolah ada sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan—sebuah kisah yang siap dimainkan di atas panggung.
Di dalam gedung yang masih memancarkan kilau cat barunya, kursi-kursi telah terisi penuh. Wajah-wajah dari berbagai generasi duduk berdampingan, menanti dengan penuh antusias. Sejenak, keheningan menyelimuti ruangan sebelum pertunjukan dimulai.
Baca Juga :Beberapa Tahun DPO, Wanita Asal Aceh Diamankan Kejagung di Tarokan Kediri
Malam itu, para pelajar SMAN 3 Jombang yang tergabung dalam kelompok teater Smagajoe mempersembahkan lakon bertajuk “Sir Versed”, yang diterjemahkan secara puitis menjadi “Yang Ditinggalkan oleh Manisan dan Remah Roti di Meja Makan”. Sebuah judul yang unik, seolah menyimpan teka-teki tentang relasi manusia dan kenangan yang tertinggal.
Irena Anindita, sang pembawa acara, tampil anggun dalam balutan seragam merahnya. Senyum renyahnya saat menyapa penonton membawa kehangatan dan langsung disambut tepuk tangan meriah.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Kami sudah mempersiapkan acara ini dengan maksimal agar penonton merasa nyaman dan menikmati pertunjukan,” ujar Irena usai acara.
Baca Juga :Penyelundupan Narkoba ke Lapas Kelas IIB Blitar Dicegah, Barang Haram Dilempar dari Luar Tahanan
Saat tirai panggung terangkat, alunan musik akustik mengalir lembut. Cahaya lampu berpendar seperti kunang-kunang yang menari di atas dekorasi meja makan.
Di sanalah, sebelas aktor muda mulai menghidupkan karakter mereka, membawa penonton menyelami kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Adegan demi adegan mengalir, merangkai mozaik cerita tentang keluarga. Ada pengorbanan seorang ayah yang diam-diam menyimpan lelah demi masa depan anak-anaknya. Ada pula konflik yang memanas, perebutan harta yang menguji ikatan batin.



















