Baca Juga :Mayat Ditemukan di Sungai Sumberagung Wates Terungkap, ini Identitasnya
Selain itu pula dan yang terakhir adalah dua artis dan manajemennya. Nantinya akan dimintai keterangan apa yang menjadi dasar hingga akhirnya menjadikan perpustakaan sebagai lokasi syuting.
Apakah memang ada kesengajaan atau tidak ada kesengajaan. Nah, ketika nantinya pemeriksaan sudah kelar, bakal ditentukan. Apakah ada unsur pidana di dalamnya atau tidak.
“Prosesnya memang begitu. Masih panjang. Dan tahapan ini masih tahapan awal, belum masuk perkara,” katanya.
Sebelumnya, Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar dalam beberapa hari ini menjadi buah bibir. Ini menyusul dijadikan sebagai lokasi pembuatan klip Mala Agatha bertajuk Iclik Cinta yang menjadi rasan-rasan karena lagunya kurang mendidik itu.
Akibatnya, sejumlah elemen masyarakat pun geram. Bahkan, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Blitar mengecam dan akan mengadukan penggarap video ke kepolisian terkait adanya sebuah lagu dengan judul “iclik cinta”.
Baca Juga :Cek Berat Minyakita, Tim Gabungan Kabupaten Blitar Pastikan Sesuai Takaran
Pasalnya, dinilai tak senonoh dan parahnya, video klip lagu tersebut mengambil latar di kawasan Makam dan Perpustakaan Bung Karno yang diunggah di platform Youtube.
Lantaran mendapat respon dari masyarakat, manajemen Mala Agatha pun akhirnya buka suara. Usai menjalani mediasi dengan pihak perpustakaan, akhirnya meminta maaf dan bersedia menurunkan klip dari tayangan platform medianya.



















