Diketahui, wilayah yang paling banyak menyajikan permintaan pestisida untuk pengentasan hama kresek berada di dua wilayah, yakni Kecamatan Sendang dan Boyolangu. Setelah menerima laporan, pihaknya pun segera menerjunkan tim khusus untuk melakukan identifikasi hama untuk menemukan titik sebarannya.
“Jadi kami ada tim sendiri yang tugasnya mengidentifikasi hama, ketika ditemukan banyak yang terserang hama kresek, para petani segera mengajukan pestisida. Jadi sebarannya bisa ditekan karena identifikasi dini,” ungkapnya.
Baca Juga :Dump Truk Besar Marak, KTNR Datangi Kantor DPRD Nganjuk dan Tuntut Penertiban
Suyanto menyebut, sudah menyalurkan sekitar 100 kilogram pestisida jenis Sultricob untuk penanganan hama kresek. Pestisida tersebut dialokasikan untuk lahan tanaman padi yang terdampak hama.
Selain hama kresek, terdapat beberapa jenis hama lain yang juga menyerang tanaman padi meliputi hama wereng yang menyerang 54 hektare lahan, penggerek batang 30 hektare, tikus 40 hektare, dan serangan ulat 12 hektare. Meski begitu, serangan hama kresek menjadi yang paling luas dibanding hama lainnya.
“Sebenarnya serangan hama tidak hanya hama kresek saja, ada hama lain seperti wereng, penggerek batang, tikus dan serangan ulat. Tetapi yang terbanyak memang hama kresek,” pungkasnya.



















