Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemkab Tulungagung mulai mengajukan ratusan hektare sawah untuk perluasan tanaman meningkatkan produksi padi. Diketahui nantinya ratusan hektare lahan sawah itu akan siap ditanami padi dua sampai tiga kali dalam satu tahun.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan, pihaknya sudah menerima instruksi dari Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan produksi padi maupun beras dalam negeri. Peningkatan produksi padi ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Sesuai dengan instruksi itu, pihaknya lantas mengajukan lahan persawahan seluas 167 hektare kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk perluasan area tanam padi. Ratusan hektare lahan tersebut merupakan lahan sawah yang memiliki indeks pertanaman (IP) 100 atau hanya menanam padi satu kali setahun.
Baca Juga :Geledah Kamar Tahanan Lapas Kelas IIA Kediri, Petugas Gabungan Temukan Benda Terlarang
“Kami sudah ajukan kemarin, karena ini instruksi Presiden, jadi usulan langsung diajukan kepada Kementerian Pertanian. Saat ini tinggal menunggu persetujuan dari pihak Kementerian Pertanian,” kata Suyanto, Jumat (25/4/2025).
Dengan usulan itu, 167 hektare lahan sawah yang semula hanya IP 100 untuk tanaman padi, tentunya bisa meningkat menjadi IP 200 atau IP 300 yang berarti bisa menanam dua atau tiga kali tanam padi dalam setahun. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada tingkat produksi padi di Tulungagung.
Sesuai penghitungannya, setiap satu hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Tulungagung itu mampu menghasilkan 10 ton beras setiap satu kali masa panen. Dengan begitu, 167 hektare lahan ini akan mampu meningkatkan produksi beras tambahan minimal 1.670 ton, tergantu IP berapa yang disetujui Kementan.



















