Meski untung tak seberapa, bertekad untuk menabung. Yakni untuk haji. Sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian ditabung. “Yang penting niat,” katanya.
Berdagang sejak tahun 90an, setiap hari diupayakan untuk menabung. Uang tabungannya disimpan dan selanjutnya disetor ke bank. Kegiatan menabung itu terus dilakukan. Akhirnya pada 2019, memutuskan untuk mendaftar haji. Dan sejak saat itulah berhak mendapatkan slot untuk CJH. Hingga akhirnya 2025, resmi berangkat. “Penantian akhirnya datang juga,” katanya.
Saat ini, jelang keberangkatan Marsikem menghabiskan waktu untuk tekun beribadah dan menata niat. Selain itu juga rajin olahraga jalan kaki. Hal itu dilakukan dengan harapan ketika thawaf tak merepotkan. Ke Tanah Suci berangkat bersama anak laki-lakinya. “Rajin jalan pagi. Biar kuat,” katanya.
Sementara itu, Muriyati, anak perempuan terus menjaga kesehatan ibunya. Memang memiliki riwayat penyakit jantung. Tetapi keluarga terus untuk rajin memantau kesehatan. “Setiap pagi jalan pagi,” katanya.



















