Jombang, SEJAHTERA.CO – Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Perhutani Jombang segera menertibkan perihal adanya fungsi lingkungan hutan, hal itu setelah ditemukannya lokasi pembuangan sampah secara ilegal yang diduga dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab di kawasan hutan KRPH Wonosalam KPH Jombang di Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam.
Baca Juga :Dugaan Korupsi RPHU Lamongan, Permohonan Praperadilan Penetapan Tersangka Ditolak
Menanggapi hal tersebut, secara langsung merespons cepat atas dugaan temuan itu. Pihaknya juga menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan fungsi lingkungan hutan. Kemudian, pengelolaan hutan meliputi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga menjadikan hutan sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah jelas tidak dapat dibenarkan.
“Temuan seperti itu akan menjadi konsentrasi Perhutani untuk bisa menertibkan hal seperti ini,” ujar Kelik Djatmiko kepada wartawan, Rabu (7/5/2025).
Dengan demikian, Perhutani Jombang tetap terus melakukan berbagai upaya penertiban, termasuk pelarangan langsung dan pemasangan papan larangan.
Baca Juga :Harga Kelapa Belum Stabil, Nilai Jual Wingko di Kabupaten Lamongan Dinaikkan
Sebelumnya pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga fungsi hutan.
“Kita ingin peran aktif masyarakat dalam pengawasan dan meminta laporan jika menemukan tindakan serupa,” imbuhnya.
Dia juga sangat berharap kebiasaan buruk membuang sampah di hutan dapat dihentikan dan tidak dianggap sebagai hal yang wajar. Masyarakat diimbau untuk mencegah dan melaporkan jika menemukan oknum yang membuang sampah di dalam hutan
“Kami juga butuh masukan atau laporan dari masyarakat apabila ada tindakan yang seperti itu. Dengan keterbatasan personel, pengawasan 24 jam secara penuh memang sulit dilakukan. Oleh karena itu, bantuan dan dukungan dari pemerhati lingkungan dan pihak terkait lainnya sangat kami harapkan agar kerja kami bisa lebih maksimal,” terangnya.
Baca Juga :Ini Kerugian yang Dialami Museum Angkut setelah Alami Kebakaran
Apalagi bulan depan pada tanggal 5 Juni 2025 diperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ia menyebutkan membuang sampah di hutan adalah tindakan yang merusak lingkungan dan tidak selaras dengan semangat HLHS. Dan dampaknya menyebabkan menyebabkan polusi, merusak ekosistem, dan membahayakan satwa liar.
“Sampah di hutan dapat mencemari air, tanah, dan udara, yang berdampak pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, termasuk menghambat pertumbuhan tanaman, mengganggu habitat satwa liar, dan merusak keanekaragaman hayati,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Gedangan, Hasan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan upaya pencegahan.
“Kami sudah melakukan upaya pencegahan bersama dengan pemerintah desa setempat, yakni dengan melakukan pembersihan serta pemasangan papan larangan,” pungkasnya.
Perlu diketahui sebelumnya, pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan hutan Dusun Notorejo, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Diwilayah tersebut, justru dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal oleh oknum masyarakat dari luar dusun.



















