Salah satunya adalah membiarkan hewan melihat proses penyembelihan hewan lain. “Ini sangat tidak dianjurkan. Idealnya, lokasi penyembelihan diberi sekat atau dipisahkan,” tegas Cholis.
Selain teori, peserta juga diajak praktik langsung menggunakan boneka sapi sebagai alat peraga. Mereka diajarkan cara melilitkan tali ke tubuh hewan kurban hingga teknik menjatuhkannya secara aman tanpa menyiksa.
Baca Juga :Dinkes Kabupaten Kediri Sarankan Masyarakat, Perlunya Vaksin Boster Setahun Sekali
Pemateri lainnya, Arif Sulton, memperkenalkan penggunaan tali nilon sebagai alat bantu yang tepat dalam merobohkan hewan.
“Tidak perlu pakai bambu untuk menjepit kaki. Itu justru menyakitkan dan bisa membuat hewan stres,” tambah Arif, yang memandu sesi praktik bersama Jaswadi.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari peserta yang mayoritas merupakan takmir masjid dan musala di wilayah Kecamatan Perak.
Baca Juga :Wanita Paruh Baya di Lamongan Diduga Gasak Perhiasan Milik Temannya Sendiri, ini Modusnya
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan proses penyembelihan hewan kurban tahun ini dapat berjalan lebih baik, sesuai syariat, dan menghasilkan daging yang layak konsumsi bagi masyarakat.



















