Dijelaskan Kus, di kesempatan ini hadir pemuka tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Khonghucu dan Kepercayaan. Dengan harapan ke depan Indonesia semakin maju dan berkembang.
“Ada hal prosesi yang unik di doa bersama dan tasyakuran ini. Setiap tamu yang datang diberikan secarik kertas putih kosong,” ujarnya.
“Tamu diminta menulis hal yang negatif dan positif dan negatif untuk dirinya sendiri, keluarga, bangsa dan negara. Untuk yang negatif dibakar dan yang positif disimpan.Ini hal positif untuk kebaikan nusantara,” katanya.



















