Trotoar Sepanjang 110 Kilometer di Tulungagung Perlu Perbaikan

Trotoar Sepanjang 110 Kilometer di Tulungagung Perlu Perbaikan
Kepala Dinas Pekerkaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hari Subagyo saat memberikan pernyataan mengenai kondisi trotoar di Tulungagung.(isal/sejahtera.co)

“Saat itu kami terbentur covid-19, sehingga anggarannya direfocusing sampai tahun 2021. Kemudian di tahun 2022-2024 kita fokus perbaikan jalan, dan di tahun ini kembali diberlakukan refocusing, sehingga kami juga fokus untuk perbaikan jalan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Hari, untuk memperbaiki seluruh ruas trotoar di Tulungagung bisa dipastikan nantinya akan memerlukan anggaran yang cukup besar agar penanganan bisa 100 persen. Meski begitu, perbaikan ruas trotoar tersebut memang harus tetap dilakukan lantaran terdapat trotoar yang membahayakan.

Baca Juga :Imigrasi Ponorogo tidak Menerbitkan Paspor Dewi Astutik yang Menjadi Buron Penyelundupan 2 Ton Sabu

Read More

Apalagi, kondisi gorong-gorong di bawah trotoar di wilayah Tulungagung terutama di kawasan perkotaan juga sudah mengalami penyempitan maupun rusak yang jumlahnya terhitung tinggi. Hal ini mengakibatkan sering terjadinya banjir di kawasan perkotaan saat terjadi hujan deras dengan intensitas yang tinggi.

“Jadi tidak hanya trotoarnya yang diperbaiki, melainkan termasuk gorong-gorongnya. Ibaratnya, kalau barang jelek diperbaiki itu sama dengan buang uang, sehingga yang paling efektif untuk dilakukan adalah membangun ulang trotoar yang rusak,” ujarnya.

Hari menjelaskan, apabila ada kemungkinan untuk melakukan perbaikan trotoar, pihaknya akan segera melakukan pembangunan ulang secara bertahap dimulai pada lokasi prioritas. Maka dari itu, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar bisa mendapatkan CSR untuk perbaikan trotoar.

Baca Juga :Mengaku Wartawan hingga Serang Personal, Bupati Tulungagung Bakal Tempuh Jalur Hukum Jika Kelewat Batas

Menurut Hari, jika rencana ini disetujui oleh Bupati Tulungagung, pihaknya akan memulai pengajuan proposal untuk program CSR ini kepada perusahaan lokal. Serta jika nantinya program CSR disetujui oleh investor, maka dana CSR itu akan dipakai untuk membangun trotoar smart undercity dan perbaikan trotoar lain.

“Setelah kami kaji lagi, ternyata program CSR ini tidak relevan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sehingga bisa dialihkan untuk perbaikan trotoar,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *