Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Salah satu sekolah dasar (SD) unggulan di Kabupaten Tulungagung diduga menggelar purnawiyata atau wisuda yang dikemas seolah menjadi acara tasyakuran.
Hal ini pun lantas menjadi perhatian Bupati Tulungagung yang berencana memanggil pihak sekolah dalam waktu dekat.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan secara jelas terkait edaran dari Gubernur Jawa Timur yang melarang kegiatan purnawiyata maupun wisuda di setiap jenjang pendidikan.
Adanya edaran itu, seharusnya menjadi acuan untuk tidak menggelar kegiatan itu.
Baca Juga :Viral Biaya Parkir Bus PIPP Rp800 Ribu, ini Faktanya
Pasalnya, saat ini pemerintah tengah menjalankan program efisiensi anggaran dihampir semua sektor terkecuali sektor yang memerlukan perhatian lebih seperti infrastuktur.
Pun demikian, hal serupa seharusnya juga dilakukan oleh semua pihak seperti masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu.
“Saat ini perekonomian kita sedang tidak baik-baik saja, seharusnya semua pihak menyadari itu, sehingga tidak melakukan kegiatan yang sebenarnya itu tidak perlu,” kata Gatut Sunu Wibowo, Senin (2/6/2025).
“Apalagi kami jauh-jauh hari juga sudah menyampaikan edaran Gubernur Jatim agar tidak menjalankan purnawiyata atau wisuda,” sambungnya.
Larangan itu, ungkap Gatut, sebenarnya bukan tanpa alasan, dimana selama ini kegiatan purnawiyata atau wisuda itu sering kali memberatkan orang tua siswa.
Baca Juga :Percasi Kota Batu Turunkan 10 Atlet, Targetkan Medali Dalam Porprov IX Jawa Timur
Apalagi, saat ini juga masih banyak masyarakat di Tulungagung yang kekurangan, sehingga kegiatan purnawiyata itu tidak perlu dilakukan.
Atas kondisi itu, pihaknya berencana untuk memanggil pihak SDN 1 Kampungdalem untuk dimintai keterangan terkait pelaksanaan kegiatan yang diduga merupakan purnawiyata atau wisuda.



















