Diduga Gelar Wisuda dengan Modus Tasyakuran, Bupati Tulungagung Bakal Panggil Kepala SDN 1 Kampungdalem

Diduga Gelar Wisuda dengan Modus Tasyakuran, Bupati Tulungagung Bakal Panggil Kepala SDN 1 Kampungdalem
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo saat memberikan respon terkait kegiatan yang diduga wisuda namun dikemas seperti tasyakuran yang dilakukan SDN 1 Kampungdalem. (isal/sejahtera.co)

Meski sebenarnya, kegiatan tersebut dikemas seolah-olah orang tua siswalah yang menggelar kegiatan itu.

“Semua instansi seharusnya tegak lurus untuk mematuhi edaran yang sudah disampaikan. Kami sementara ini belum menerima informasi itu, tetapi jika memang itu benar terbukti, akan kami tindak. Tetapi lebih dulu akan kami panggil Kepala Sekolahnya untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

Baca Juga :Begini Pesan Kebangsaan Bupati Nganjuk di Hari Lahir Pancasila

Read More

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara berdalih jika kegiatan yang dilakukan SDN 1 Kampungdalem pada Minggu (1/6/2025) malam itu bukanlah purnawiyata atau wisuda.

Melainkan kegiatan tasyakuran yang dilakukan oleh orang tua siswa SDN 1 Kampungdalem.

Pihaknya bahkan menyangkal informasi terkait tabungan siswa pada SDN 1 Kampungdalem yang hangus apabila secara sengaja tidak mengikuti kegiatan tasyakuran itu.

Selain itu, kegiatan tersebut digelar secara sukarela dan menggunakan anggaran yang dikumpulkan oleh setiap orang tua siswa di sekolah itu.

“Kita tidak perlu negative thingking terkait hal itu, artinya jika orang tua ini bersyukur karena anaknya sudah melampaui tingkatan SD dan mau merayakannya, maka sah-sah saja. Karena yang dilarang itu purnawiyata di luar sekolah,” kata Rahadi Puspita Bintara.

Baca Juga :Kapolres Lamongan Beri Arahan Tegas Kepada Pemuda Konvoi, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Meski bertajuk tasyakuran, Rahadi menyebut, jika hal itu semata-mata tidak bisa diinterpretasikan atau diartikan sebagai kegiatan purnawiyata maupun wisuda.

Di samping itu, pihak sekolah SDN 1 Kampungdalem sendiri juga tidak melaporkan adanya kegiatan tersebut kepada Disdik Tulungagung.

“Sejauh ini tidak ada laporan tentang kegiatan itu. Kami tidak melihat kegiatan itu sebagai bentuk mengakali edaran yang disampaikan Bapak Bupati. Apalagi kegiatan seperti ini tidak selalu bisa diartikan sebagai kegiatan purnawiyata atau wisuda, tidak bisa seperti itu,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *