“Dan yang cukup membuat kami agak terpukul, disampaikan bahwa jemaah haji Indonesia adalah yang paling murah dan masuk dalam grade D,” imbuh politisi Fraksi Partai Golkar itu.
BACA JUGA : Polres Lamongan Tetapkan Dua Tersangka Atas Tewasnya Pelajar Akibat Tawuran di Babat
Menurut Adies, jemaah haji Indonesia yang berangkat melalui kuota reguler seharusnya bisa mendapatkan pelayanan kategori B atau bahkan lebih.
“Kita ini mampu ke grade B. Jemaah reguler itu bisa mendapatkan fasilitas seperti jemaah ONH Plus, seperti bed sofa. Mestinya bisa. Dan mungkin kalau pengelola haji nanti bisa hitung lebih baik, kemungkinan cost haji itu masih bisa diturunkan tapi fasilitas tetap ditingkatkan,” tegasnya.
Temuan itu, akan menjadi catatan penting bagi Timwas Haji untuk evaluasi, khususnya bagi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).
BACA JUGA : Tawuran Antar-kelompok Pemuda di Babat Lamongan, Satu Pelajar Tewas Tersabet Celurit
Ia meminta agar peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama, bukan sekadar efisiensi anggaran semata.
“Tahun ini kita agak toleransi sedikit karena ini baru pertama kali. Tapi ke depan ini PR besar kita. Yang penting bukan cari kesalahan, tapi bagaimana jemaah reguler yang jumlahnya 221.639 orang ini bisa mendapatkan fasilitas yang nyaman selama ibadah haji, apalagi di puncak ibadah di Armuzna yang paling berat,” jelasnya.



















