Tidak adanya kegiatan belajar mengajar pada SDN 1 Sumberdadi itu dikarenakan sekolah tersebut mengalami kekurangan siswa atau sepi peminat. Meski sesuai hasil peninjauan sekolah tersebut dinyatakan cukup layak, tapi tetap akan ada sejumlah perbaikan pada sekolah itu.
“Kalau kita lihat secara bangunannya memang cukup layak, tapi tetap perlu ada kajian teknis dan perbaikan pada sejumlah titik. Kami perintahkan Dinas PUPR untuk menangani kendala itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, untuk lokasi Sekolah Rakyat permanen masih tetap diusulkan berada pada Kelurahan Kedungsoko Kecamatan/Kabupaten Tulungagung. Hanya saja, tanah pada lokasi Sekolah Rakyat tersebut masih harus diuruk sedalam kurang lebih 1-2 meter agar nantinya sejajar dengan jalan raya.
Menurut Gatut, hal ini bukanlah kendala yang berarti mengingat pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Selain itu, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat juga harus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan kabupaten/kota lain yang sudah menjalankan program ini.
“Untuk angka pastinya berapa anggaran yang disiapkan, masih kami hitung secara teknis, namun pada intinya kami sudah siap. Nantinya, Sekolah Rakyat ini akan menampung siswa setingkat SMP dan SMA di tahun pertamanya,” pungkasnya.



















