“Harusnya pemerintah segera memperbaiki plengsengan sungai. Dulu pernah diperbaiki, tapi sekarang rusak lagi,” keluhnya.
Baca Juga :Harga Sembako Pasca-Idul Adha di Kabupaten Kediri Fluktuatif
Kendati debit air terus bertambah sejak pagi, warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka hanya mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi. Hingga Senin siang, belum ada bantuan logistik maupun evakuasi dari pihak terkait.
Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang yang beredar, desa-desa yang terdampak antara lain Kademangan, Catak Gayam, Mojotrisno, Janti, Selorejo, Mancilan, Tapen, Pojok Kulon, Tejo, Bakalanrayung, Jogoloyo, Palrejo, dan Balongsono.
Selain merendam pemukiman, banjir juga menggenangi fasilitas pendidikan serta area persawahan warga. Tanggul di wilayah Dam Sumobito dilaporkan jebol akibat tekanan air yang tinggi.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan dan menangani banjir secara serius agar kejadian serupa tidak terus terulang tiap musim hujan.


















