Diduga Pemeriksaan Kurang Menyeluruh hingga Bayi Alami Gejala Kuning, RS Santa Clara Madiun Dikomplain Pasien

Diduga Pemeriksaan Kurang Menyeluruh hingga Bayi Alami Gejala Kuning, RS Santa Clara Madiun Dikomplain Pasien
RS Santa Clara Kota Madiun.(rio/sejahtera.co)

Mereka juga mengutip pendapat konsultan neonatologi bahwa kuning dapat berlangsung 2–3 bulan dan belum tentu membutuhkan terapi jika tidak ada gejala lain.

“Yang paling menyakitkan, bahkan dalam surat resmi sepanjang tiga halaman, tak ada sepatah kata maaf pun. Tidak ada empati. Seolah kami hanya statistik, bukan orangtua dari anak yang nyaris terlambat tertolong,” ungkapnya.

Baca Juga :Pesawat Terlambat 6 Jam, Ini Kata Ketua Timwas Haji DPR RI

Read More

Narasi tersebut, menurutnya justru mempertegas lemahnya sistem deteksi dini dan absennya protokol kehati-hatian di masa awal kehidupan bayi.

“Kami tidak menuntut neko-neko, tapi menuntut tanggung jawab dan keberpihakan terhadap keselamatan pasien paling rentan: bayi baru lahir,” tegasnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya telah mengajukan pengaduan resmi ke Dinas Kesehatan Kota Madiun dan mempertimbangkan jalur etik profesi kedokteran untuk mencari kejelasan dan tanggung jawab lebih lanjut.

Sementara itu, Ferry Kristiawan, Sekretariat RS Santa Clara saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk menjawab hal tersebut.

Baca Juga :Revitalisasi Jalan Stasiun Kota Kediri Dimulai, Rampung Akhir 2025

“Kami tidak diberi kewenangan soal menjawab karena bapak atau ibu datang tiba-tiba dan tanpa ada kabar sebelumnya. Kami ada pihak direktur yang memutuskan segala sesuatunya,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai surat yang tertulis, pihak RS sudah memberikan undangan serta klarifikasi ke saudara Reno.
“Kami sudah membalas surat dari mas Reno, soal jawaban lanjutan masih dalam proses karena kami menunggu konsultan hukum,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *