“Sepintas memang aksaranya seperti aksara dari India dan Bali namun ada yang membedakan. Karenanya kami ingin banyak anak muda Kediri utamanya pelajar dan mahasiswa belajar aksara Jawa kawi kuno agar budaya ini lebih dikenal dan tidak hilang begitu saja,” katanya.
Dijelaskan Doni, banyak pelajar dan mahasiswa yang datang ke rumahnya untuk memahami budayanya sendiri aksara Jawa kawi kuno ini. Harus dikenalkan ke anak muda agar mereka mengerti kekayaan budaya Kediri yang menjadi tonggak sejarah peradaban budaya Indonesia.
Baca Juga :Polres Lamongan Sabet Penghargaan Pelayanan Prima dan Zona Integritas
“Selama ini mereka hanya tahu aksara ini seperti aksara dari India. Kami ingin pemerintah mewadahi dan mengedukasi pemahaman budaya aksara Jawa kawi kuno ini ke pelajar dan mahasiswa,” imbuhnya.



















