Kediri, SEJAHTERA.CO – Kurangnya terhadap pemahaman budaya bahasa Aksara Jawa kawi kuno, menjadi perhatian serius seorang pemerhati budaya Aksara Jawi Kuno. Yang selama ini di kenal adalah aksara jawa adalah Ho no coroko doto sowolo podho joyonyo monggobothongo dan hanya 20 aksara. Namun setelah digali lebih dalam lagi ada 50 aksara dalam budaya kawi kuno.
Baca Juga :Peringati Hari Bhayangkara, Polisi Gelar Donor Darah
Aksara kawi kuno sering terlihat pada prasasti peninggalan sejarah seperti pada masa Majapahit untuk tetenger atau pertanda pada tahun kerajaan tersebut ada. Hal ini sering terlihat di peninggalan sejarah Kabupaten Kediri.
Adalah Doni Wicaksono salah seorang pemerhati budaya Kediri yang sepuluh tahun terakhir ini menekuni dan mempelajari Aksara kawi kuno dan memahami aksara ini dan meneruskan keahlianya ayahnya yang ahli dan budayawan aksara kawi kuno.



















