Inilah Lima Permainan Tradisional yang Dulunya Kerap Dimainkan Bersama Teman saat Libur Sekolah

Inilah Lima Permainan Tradisional yang Dulunya Kerap Dimainkan Bersama Teman saat Libur Sekolah
Permainan kelereng merupakan permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan (Pinterest)

Kemudian, permainan ini dilakukan secara beregu, dimana dalam permainan ini terdapat dua regu yakni regu penyerang dan regu bertahan.

Diketahui setiap regu berisikan tiga orang pemain, dimana secara teknis, regu bertahan bertugas untuk menjaga agar regu penyerang tidak melewati garis penjagaan.

Sedangkan untuk regu penyerang, bertugas untuk melewati semua garis penjagaan tanpa tersentuh agar bisa dinyatakan sebagai pemenang permainan Gobak Sodor.

Read More

Baca Juga :

Meski begitu, jika regu penyerang berhasil tersentuh oleh regu bertahan saat melewati garis, maka regu penyerang dinyatakan gagal dan pemain berganti regu.

4. Permainan Betengan/Bentengan

Permainan ini tidak kalah seru dari tiga permainan sebelumnya, dimana permainan ini juga dilakukan secara berkelompok dan dari dua kelompok yang bermain, berisikan minimal empat orang pemain.

Tujuan permainan ini untuk menyerang dan mengambil alih benteng lawan dengan cara menyentuh benteng lawan.

Namun jika salah satu pemain gagal menyentuh benteng lawan dan justru malah tersentuh pemain lawan saat berupaya menyerang, maka pemain itu dinyatakan sebagai tawanan.

Pada kondisi ini, anggota tim yang ditawan bisa dibebaskan dengan syarat temannya harus menyentuh tawanan.

Pada permainan ini, salah satu tim akan dinyatakan kalah jika mereka kehabisan pemain lantaran ditawan oleh tim lain, atau salah satu tim berhasil menyentuh benteng tim lain, sehingga benteng tersebut berhasil diambil alih atau direbut oleh tim lawan.

Baca Juga :Kecelakaan Beruntun di Tulungagung Menewaskan Pemotor, Sopir Truk Melarikan Diri

5. Lompat Tali

Selain permainan yang menuntut kekompakan maupun strategi, terdapat pula permainan tradisional yang juga menuntut fleksibilitas tubuh untuk bisa memainkannya, yakni permainan Lompat Tali.

Permainan ini biasanya dimainkan minimal tiga orang pemain, dimana dua orang pemain akan bertugas memegang ujung tali atau karet, sedangkan satu pemain akan berusaha melompati tali.

Pada permainan ini juga terdapat dua tipe permainan, yakni lompat tali dengan cara tali diayunkan memutar secara berulang, sehingga pemain harus melompat sesuai ritme tali yang diayunkan.

Kemudian ada juga lompat tali yang dilakukan dengan cara tali ditempatkan sesuai ketinggian mulai dari titik terendah yakni tumit hingga yang tertinggi sebatas lengan yang diangkat keatas.

Baca Juga :Rakor Bahas Suran Agung, Polres Blitar Imbau Patuhi Maklumat

Demikian sederet daftar permainan tradisional yang dulunya kerap dimainkan anak-anak kala libur sekolah bersama teman-teman di komplek rumahnya, namun saat ini justru mulai jarang ditemui lagi.

Padahal permainan-permainan tradisional itu turut memberikan dampak seperti keterampilan sosial seperti kerjasama, komunikasi, interaksi sosial. Kemudian meningkatkan kesehatan fisik maupun kemampuan kognitif terutama berfikir strategis.

Sayangnya, permainan tradisional itu kini mulai tergerus dan digantikan oleh permainan yang tersedia pada setiap gawai dengan tampilan permainan yang lebih menarik.

Hal ini menyebabkan anak-anak cenderung tertarik memainkan permainan tersebut dibanding permainan tradisional

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *