Reputasinya membuat banyak orang datang tak hanya untuk merawat pusaka, tetapi juga meminta saran spiritual.
Menariknya, saat proses jamasan, pamor pusaka muncul jelas, membuat para pemilik keris antusias. Salah satu pelanggan, Bu Denik dari Yogyakarta, mengaku rutin menjamas kerisnya di tempat Ki Pandu.
“Setelah dijamas, keris saya seperti hidup kembali. Pamornya keluar, dan terlihat lebih berwibawa,” ujarnya.
Baca Juga :Jalan Desa Bantengan Madiun Berserakan Sampah, Kades Bungkam
Jamasan pusaka ini tak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat nilai historis dan spiritual pusaka peninggalan leluhur.



















