Plt Kepala Disparbud Kediri, Mustika Prayitno Adi menegaskan, Larung Sesaji menjadi agenda wisata tahunan yang terus mendapat perhatian dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Tradisi ini kami pertahankan sebagai warisan budaya dan daya tarik wisata. Jumlah pengunjung meningkat tiap tahun,” ujarnya.
Baca Juga :Kolaborasi Otomotif dan Pecinta Sejarah: PASAK dan KVVC G-Unit VW Angkat Wisata Sejarah Kediri
Sementara Pj Kades Sugihwaras, Mariana Dwi Novanti menyebut, acara ini memberi dampak positif pada ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM di bidang kuliner, buah, dan kerajinan.
“Pengunjung dari berbagai daerah datang setiap hari, dan ini sangat membantu warga yang menjual makanan, minuman, nanas, dan cendera mata,” jelasnya.
Larung Sesaji Gunung Kelud terbukti tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan promosi budaya Kabupaten Kediri.



















