Puluhan ribu ikan hias yang diekspor itu juga tidak sembarangan, dimana ikan hias tersebut sudah menjalani proses sortir terlebih dahulu dan dipilih jenis ikan yang terbaik.
Baca Juga :Muskomwil IV ke-13 APEKSI Resmi Dibuka, Wali Kota: Tonjolkan Potensi Unggulan Kota Kediri
Mengingat kondisi ikan hias yang dikirim untuk ekspor harus dipilih yang terbaik agar harga jualnya juga tetap stabil diharga yang paling tinggi.
“Mulai dari struktur ikan hingga kondisi ikan sangat mempengaruhi harga pasar. Jadi harus ikan hias terbaik yang dikirim ke luar negeri,” ungkapnya.
Sesuai laporan, Sriyanti menyebut, ekspor ikan mas koki dari Tulungagung sudah menyasar berbagai negara seperti Australia, Inggris, Jepang serta negara lain termasuk Kanada hingga Afrika.
Jenis ikan mas koki yang langganan untuk diekspor meliputi jenis Oranda, Ranchu, Ryukin dan Demekin yang memang primadona.
Menurutnya, tantangan dalam budidaya ikan hias akan semakin terasa saat memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau seperti sekarang.
Itu karena ikan hias sangat rawan terserang berbagai macam penyakit selama memasuki musim pancaroba, sehingga rawan merugi.
“Biasanya para pembudidaya melakukan upaya mengurangi air kolamnya saat masuk musim pancaroba, karena ikan hias akan rawan terkena penyakit,” pungkasnya.



















