Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyebut bahwa SRMA menjadi contoh nyata pendidikan inklusif dan berkualitas, yang tidak hanya memberi akses belajar gratis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar setara dengan sekolah unggulan.
Salah satu siswa SRMA, Qurotul, asal Kecamatan Kepung, mengaku sangat senang bisa bersekolah di SRMA. Ia pun memiliki cita-cita tinggi untuk menjadi dokter spesialis bedah, dan bertekad belajar lebih giat.
“Terima kasih Mas Dhito dan Bu Khofifah, yang telah memberikan fasilitas terbaik bagi kami untuk meraih cita-cita,” ucapnya.
Keberadaan SRMA menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendorong pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari kalangan tidak mampu. Pemerintah berharap, lulusan SRMA nantinya bisa bersaing di level nasional bahkan internasional.



















