Blitar, SEJAHTERA.CO – Pergantian musim hujan ke kemarau atau pancaroba, petugas kesehatan menggelar survey reseptivitas malaria di tujuh kelurahan di Kota Blitar.
Survei ini guna mendeteksi dini keberadaan larva anopheles yang menjadi biang utama nyamuk penyebab malaria.
Menurut UPT Kepala Puskesmas Sananwetan, Siti Julaikah, survei ini rutin digelar. Utamanya pada pergantian musim. Pasalnya, setiap pergantian musim menjadi momen bagi nyamuk untuk berkembangbiak.
Survei juga melibatkan kader Kesehatan di masing-masing kelurahan.
“Akhirnya sebagai tindaklanjut kami menggelar survey malaria di tujuh kelurahan. Setidaknya menjadi ajang untuk antisipasi persebaran nyamuk, salah satunya nyamuk malaria,” katanya, Minggu (20/7/2025).
Baca Juga :KAI Daop 7 Madiun Perbaiki 98 Perlintasan Sebidang, Target Selesai Jelang Natal 2025
Dia menjelaskan survei dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Tahap pertama yakni memetakan lokasi yang menjadi sasaran.
Selanjutnya, mendatangi lokasi genangan air yang menjadi sarang atau tempat berkembang biak larva nyamuk malaria. Genangan itu bisa dalam bentuk kolam yang terpakai, tempat genangan air di sekitar rumah atau lainnya.
Petugas pun mengecek dengan teliti. Hasilnya, ditemukan indikasi larva positif Anopheles di empat kelurahan.
Empat kelurahan itu yakni Karangtengah, Klampok, Sananwetan, dan Gedog. “Ada empat kelurahan yang indikatif larva positif anopheles,” katanya.
Pasca-ditemukan ada indikasi, lanjutnya, pihaknya langsung gencar antisipasi. Salah satunya dengan pemberian abate secara berkala di titik-titik genangan air yang terindikasi, sekaligus menyiapkan agenda lokakarya mini lintas sektor atau minlok pada Juli hingga Agustus.



















