Puskesmas Sananwetan Survei Reseptivitas Malaria, Ada Empat Kelurahan Indikasi Larva Positif

Puskesmas Sananwetan Survei Reseptivitas Malaria, Ada Empat Kelurahan Indikasi Larva Positif
Petugas puskesmas dan kader Kesehatan ketika survey dan sosialisasi pencegahan nyamuk. (kominfo for memo)

Baca Juga :Napiter NII di Lapas Tulungagung Bebas Bersyarat Usai Deradikalisasi dan Ikrar Setia NKRI

Minlok ini sekaligus untuk koordinasi untuk bersama-sama Gerakan antisipasi penyebaran nyamuk yang membahayakan.

Wujud konkretnya seperti mengerahkan masyarakat untuk ikut bersama-sama mencegah penyebaran. Termasuk di antaranya sosialisasi.

Read More

“Peran masyarakat ini penting untuk mempersempit perkembangbiakan nyamuk,” jelasnya.

Dia menambahkan, selain mengerahkan warga, di lingkup dinas Kesehatan atau puskesmas, menggelorakan program Satu Rumah Satu Juru Pembasmi Jentik.

Program ini juga sebagai strategi pencegahan di tingkat rumah tangga agar larva baru tidak tumbuh kembali. “Harapannya, bisa memutus rantai penyebaran malaria. Targetnya malaria bisa dicegah,” katanya.

Baca Juga :KONI Kota Kediri Gandeng Jurnalis, Perkuat Sinergi Menuju Porprov Jatim X 2027

Sementara itu, berdasar data koran ini, pada 2023 lalu ada delapan kasus malaria di Kota Blitar. Kasus itu ditemukan di rumah sakit milik pemkot Blitar.

Para pasien itu berasal dari luar Kota Blitar tetapi kebetulan berobat ke rumah sakit di Kota Blitar.

Belakangan diketahui, jika para pasien itu punya riwayat tinggal di Papua. Papua sendiri merupakan daerah yang paling banyak ditemukan kasus malaria.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *