Lamongan, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga dari Lamongan, Gresik, dan Surabaya mendatangi Mapolres Lamongan, Kamis (24/7/2025), untuk melaporkan dugaan penipuan oleh biro perjalanan haji dan umrah Tawwaabin, yang berkantor di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong.
Para korban mengaku telah menyetor biaya umrah hingga lunas, namun tidak kunjung diberangkatkan. Bahkan, kantor travel tersebut disebut telah kosong dan tidak beroperasi sejak April 2025.
Salah satu korban, Wahyudiono, mengatakan kasus ini mulai mencuat sejak awal tahun. Ia menyebutkan bahwa jumlah korban bisa mencapai seribu orang, dengan total kerugian ditaksir antara Rp17 miliar hingga Rp18 miliar.
“Jadi kita mewakili teman-teman yang merasa dibohongi oleh PT Tawwaabin,” ujar Wahyudi.
Modus penipuan yang digunakan travel ini adalah dengan menawarkan paket promo umrah berharga sangat murah, antara Rp10 juta hingga Rp17,5 juta, melalui media sosial. Untuk menarik minat, pihak travel juga menampilkan testimoni dan citra perusahaan yang amanah sejak tahun 2017 hingga 2024.
Namun memasuki 2025, layanan biro tersebut mulai tidak jelas. Para korban mengaku tidak mendapat kabar keberangkatan, sementara pengurus perusahaan menghindar dan bendahara travel dilaporkan menghilang.



















