Mereka datang tanpa membawa sesaji atau perlengkapan khusus. Hanya niat untuk menyepi sejenak di tempat yang sarat makna. “Suasananya adem, dan terasa damai. Cocok sekali untuk merenung,” tambah Doni.
Pasangan ini juga menyempatkan diri menyusuri jalur Kebun Raya Gunung Tidar, kawasan konservasi dengan jalur rapi dan udara segar.
Di tengah perjalanan, mereka berhenti sejenak di petilasan yang dipercaya sebagai tempat Eyang Ismoyo Jati atau Eyang Semar — tokoh bijak dalam tradisi Jawa yang diyakini sebagai penjaga gaib pulau ini.
Gunung Tidar memang bukan hanya tempat ziarah, tapi juga ruang refleksi yang terbuka bagi siapa saja, tanpa sekat agama atau latar belakang.
BACA JUGA : Puluhan Penyedia Layanan Internet di Ponorogo Bodong, Diskominfo: Hanya Satu yang Punya Izin
Dengan jalur yang tertata, fasilitas yang cukup lengkap, dan suasana yang tertib, kawasan ini menjadi tujuan ideal bagi wisatawan yang mencari kedamaian.
“Bagi kami, ini bukan sekadar jalan-jalan. Tapi juga perjalanan batin. Dan Gunung Tidar sangat layak dikunjungi,” tutup Agustin.



















