Sementara dropping vaksin PMK dari Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Pusat sampai saat ini masih terus berjalan, dimana pada Juli 2025 kemarin, pihaknya mendapat 552 botol vaksin.
Ratusan botol vaksin tersebut setara dengan 13.800 dosis vaksin PMK untuk setiap hewan ternak di Tulungagung.
Baca Juga :Polisi Selidiki Temuan Jasad Bayi di Samping Rumah Warga Tulungagung
“Stok vaksin kita sangat melimpah, bulan kemarin kita dapat 552 botol vaksin, yang berarti itu bisa untuk menyuntikkan 13.800 dosis vaksin untuk hewan ternak,” ungkapnya.
Ratusan botol vaksin itu, jelas Mulyanto, nantinya akan segera disalurkan pada setiap pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang ada di berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung.
Namun penyaluran itu masih menunggu stok vaksin pada setiap puskeswan sudah mulai menipis, sehingga penyaluran baru mulai dilakukan.
Disinggung soal penyebaran PMK di Tulungagung, pihaknya mengakui jika mayoritas kasus PMK yang terjadi sebenarnya justru berawal dari daerah lain.
Artinya, temuan kasus PMK di Tulungagung muncul karena lalu lintas ternak, seperti peternak yang membeli ternak dari wilayah lain.
Baca Juga :Tarif Parkir Motor Acara Mahakarya Power of Java di Kediri, Dikeluhkan Pengunjung
“Melihat pengalaman pada waktu akhir 2024 kemudian juga awal tahun 2025, penyebaran di Kabupaten Tulungagung itu berawal dari daerah lain yang cakupan vaksinnya belum tinggi,” pungkasnya.



















