Jombang, SEJAHTERA.CO – Ladang tomat milik Muhaimin di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, tengah dipenuhi buah ranum yang siap dipanen.
Namun, senyum petani itu tak selebar biasanya. Harga jual yang merosot tajam menjadi Rp2.000 per kilogram membuat keuntungan yang didapat hanya tipis, bahkan nyaris tak menutup biaya produksi.
“Minggu kemarin masih Rp4.000 per kilo, sekarang paling tinggi cuma Rp2.000. Padahal sebelumnya bisa Rp15.000–Rp20.000 per kilo. Sementara pupuk dan obat-obatan mahal,” keluh Muhaimin, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga :Kecelakaan Maut di Lamongan, Istri Tewas Terlindas Truk Usai Tabrak Tronton Parkir



















