Ia menghabiskan sekitar Rp12 juta untuk menanam tomat di lahan seluas 1.400 meter persegi. Dengan panen 1,2–1,3 ton, harga rendah seperti saat ini membuat hasil penjualan jauh dari harapan.
Menurutnya, penurunan harga terjadi karena panen serentak di berbagai daerah penghasil tomat di Jawa Timur. “Banyak daerah sudah panen raya, jadi pasokan melimpah. Permintaan tidak sebanding,” ujarnya.
Meski demikian, Muhaimin tetap memetik hasil panen dengan penuh harap. “Hari ini saya jual ke Pasar Nganjuk, mudah-mudahan harganya agak naik,” pungkasnya.



















