Selain pelatihan, dilakukan juga skrining kesehatan terhadap 36 remaja. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga tes gula darah sebagai langkah awal mendeteksi potensi risiko diabetes sejak dini.
Baca Juga :Edarkan Pil Dobel L, Warga Sarirejo Lamongan Ditangkap dengan 2.600 Butir Barang Bukti
Untuk menanamkan kebiasaan baik, para peserta juga mendapat tantangan 14 hari gaya hidup sehat. Sebanyak 30 remaja diberikan panduan mengenai pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pengelolaan stres. Program ini diharapkan mampu membentuk tradisi positif di kalangan generasi muda.
Kegiatan dipimpin oleh Kili Astarani bersama tim dosen, di antaranya Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani, S.Kep., Ns., M.Kep., Tri Sulistyarini, A.Per., Pen., M.Kes., Debora Aurelia Ayu Wasyana, dan Stephanie Aurellya Putri Widayat.
Total, sekitar 30–40 remaja Karang Taruna Banaran terlibat aktif dalam program ini.
Baca Juga :Resmi Dirilis! Jersey Ketiga Persik Kediri 2025 Usung Motif Tenun Ikat Bandar Kidul
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran dan tradisi hidup sehat di kalangan remaja,” tutup Kili.



















